RSS Feed
  1. ok

    April 1, 2014 by Shenia Ananda

    He bought me a test pack last Saturday, for a very first time.
    Today i found out that i’m in my period.

    ok.


  2. ika(t)nia by @tenunikatshop

    March 27, 2014 by Shenia Ananda

    IMG_0270

    Ika(t)nia by @tenunikatshop lahir dari ketertarikan kami terhadap tenun ikat. Awalnya kami membeli tenun ikat secara online dengan harga yang cukup tinggi, kemudian kecewa sekali karena begitu pesanan sampai yang kami dapati adalah kain yang di print dengan motif tenun ikat (bukan asli tenun). Dari situ akhirnya kami mencari tahu darimana kain tenun asli berasal. Rasa ingin tahu membawa kami sampai ke Jepara tepatnya Desa Troso. Desa Troso merupakan desa penghasil kerajinan tenun ikat. Mayoritas warga Desa tersebut menggantungkan hidup dari industri tenun ikat ini.

    Tenun ikat sendiri adalah berupa kain yang ditenun dari helaian benang pakan atau benang lungsin yang sebelumnya diikat dan dicelupkan ke dalam zat pewarna alami. Alat tenun yang dipakai adalah alat tenun bukan mesin. Kami sudah melihat sendiri proses pembuatan kain tenun ini sungguh tidak bisa dibilang mudah karena harus melewati beberapa proses dan semuanya dilakukan dengan tenaga manusia.

    Singkat cerita, kami segera membuat toko online di Instagram dengan nama @tenunikatshop, Ika(t)nia artinya ikat mania, selain itu juga diambil dari nama kami yaitu Ika dan Nia. Untuk promosi awal kami memanfaatkan social media pribadi seperti facebook, twitter, blog dan juga melalui status BBM. Alhamdulillah, responnya sangat baik. Untuk proses menjahit kami memiliki penjahit sendiri. Sedangkan untuk pengiriman barang, kami menggunakan jasa JNE dan Pos Indonesia (biasanya untuk kiriman kami ke luar negeri seperti Singapura, Malaysia dan Brunei)

    Kami menjual tenun ikat baik yang masih berupa kain (bisa dibeli meteran) maupun berupa pakaian jadi, seperti celana, rok, dress, kemeja, blazer yang bisa digunakan saat santai atau resmi, dan berbagai pernak-pernik seperti sarung handphone, kantung koin, tempat make up dan sarung bantal. Selain itu kami juga menerima pesanan satuan maupun yang ingin menjadi reseller.

    Saat ini semakin banyak toko online menjual produk tenun ikat, Kami sama sekali tidak gentar, karena kami memiliki beberapa keunggulan tersendiri, antara lain:
    1.Semua kain tenun asli (bukan print) yang dikirim langsung dari Jepara
    2.Selalu ada banyak motif baru minimal 3 minggu sekali
    3.Semua produk dikerjakan satu persatu oleh penjahit professional (bukan konveksi)
    4.Potongan dan jahitan rapih (banyak konsumen kami mengakuinya)
    5.Setiap produk disertakan furing/lining (kain pelapis bagian dalam)
    6.Menerima pesanan dengan desain dan ukuran dari calon pembeli sendiri
    7.Kami tidak keberatan jika konsumen mau datang ke workshop atau meminta COD (syarat dan ketentuan berlaku)
    8.Setiap motif tenun ikat kami jumlahnya terbatas (limited) dan jarang restock sehingga tidak pasaran.

    Rencananya di tahun ini kami ingin menambah variasi model pakaian jadi maupun pernak-perniknya dan ingin banyak ikut acara pameran agar lebih banyak dikenal masyarakat luas. Selain aktif di Instagram, ke depannya kami juga ingin lebih memanfaatkan Facebook, lebih aktif lagi di blog dan mungkin akan bergabung dengan beberapa market place. Konon katanya jika ada kemauan, maka akan selalu ada jalan. Doakan ya :)

    Salam,
    Ika dan Nia


  3. Istri dan Masak

    March 25, 2014 by Shenia Ananda

    Masak-lah nak…
    1.Kamu tau apa yang kamu dan abang makan
    2.Kamu bisa kontrol keuangan rumah tangga kamu
    3.Kamu meningkatkan ikatan batin dengan abang

    Suatu hari Papa menyambangiku di rumah. Kira-kira jam 7 malam, ngga lama setelah aku pulang kerja. Saat itu si Abang belum pulang. Setelah ngobrol seadanya, aku tinggal Papa untuk mengangkat pakaian yang ku jemur di lantai 2. Begitu turun kudapati Papa sedang duduk di meja makan kami. “Ngga ada makanan buat Abang?” tanyanya. “Aku ngga makan malam, Abang makan di dekat kantornya, Pa” jawabku sekenanya. Kemudian keluarlah kata-kata seperti yang kutulis di atas.

    Aku memang ngga jago masak, tapi bukan sama sekali ngga pernah masak juga. terutama sejak nikah kunilai diriku jauh lebih bersemangat masak dibanding waktu masih tinggal sama orangtuaku dulu (hehehe). Tapi frekuensinya memang masih lebih sering beli makan di luar sih. Terus sejak Papa bilang begitu sepertinya aku merasa tertantang. Terus terang saja, aktivitasku setiap hari cukup padat. Tapi menjadi istri sudah pilihanku, jadi sudah seharusnya aku bersikap ya seperti istri, yaitu salah satunya memasak. Masa’ aku ngga bisa?

    Seminggu lalu aku tantang diriku untuk masak dari senin sampai jumat. Jadi aku dan si Abang bisa bawa bekal makan siang untuk ke kantor. Kira-kira berhasil ngga ya? Begini ceritanya…
    Pulang kerja biasanya aku senam dari jam setengah delapan sampai jam Sembilan, kemudian aku mampir ke pasar untuk belanja apa saja yang sekiranya mudah untuk ku olah. Tidak lupa juga aku beli buah, yang paling sering sih pepaya atau pisang, karena harganya murah dibanding buah-buahan yang lain, hahaha. Selesai belanja aku gas motorku menuju workshop, aku memasukkan pesanan tenun ikat atau kadang sekedar kontrol pesanan saja. Setelahnya baru aku pulang. Setibanya di rumah, biasanya kudapati Abang sedang nonton tivi atau kadang malah ditonton tivi alias ketiduran. Aku beresi belanjaanku, sholat, baru membangunkannya untuk pindah ke kamar. Kalau belum ngantuk banget,aku ajak dia ngobrol sebentar baru kemudian tidur. Kadang kalau dia sudah tidur sedangkan mataku belum mau terpejam, aku seret kakiku menuju meja belajar, menyalakan laptop, rencananya sih mau nengokin thesis atau ngeblog. Tapi selalu berakhir browsing ini itu yang ngga sesuai tujuan awal. Sekitar jam dua belas baru aku merebahkan badanku.

    Kembali ke topik awal, sehubungan dengan tantanganku tadi, aku bangun jam 5 (seringnya setengah 6 sih hihihi) lalu sholat dan langsung buka kulkas untuk menyiapkan bahan-bahan yg akan aku masak. Masakanku sederhana banget, yang penting ada sayur dan lauk. Sayurnya ditumis (kalau berkuah, ribet bawanya) sedangkan lauknya kalau ngga di balado ya digoreng hehehe. Kegiatan itu berusaha kupertahankan selama senin-jumat. Dan…aku berhasil memenuhi tantanganku!!! Rasanya seneng banget banget banget apalagi si Abang juga selalu melahap habis semua bekal yang kubawakan dan katanya selalu enak. Ihiy!

    Sayangnya aku ngga sempat foto hasil masakanku karena ngga kepikiran mau share ceritanya di blog. I do believe the power of “if there is a will then there will be a way. And maybe I did this because the power of love, too?

    yang berbangga,
    Shenia


  4. Singapura

    February 20, 2014 by Shenia Ananda

    Salah satu pencapaian tahun 2013 adalah bisa jalan-jalan ke luar negeri (Singapura). Gue dulu bisa sampai ke Bali aja udah girang banget hahaha. Ini berkat ajakan seorang teman. Waktu pertama kali diajak bahkan gue belum punya paspor. Jadi hal yang pertama gue lakuin adalah menyambangi kantor Imigrasi. Pertama kali masuk kantor itu, yang pertama kali terlintas di kepala adalah buset banyak amat yak orang yang mau plesir ke luar negeri. Walau antri lama, ngurus buat paspor gampang kok, tapi emang ngga bisa hari itu juga jadinya. Kalau ngga salah, tiga hari atau seminggu kemudian gue baru bisa balik lagi untuk ngambil.

    Untuk semua kebutuhan (dari booking pesawat, hotel dan sekaligus menyusun itinerary) adalah temen gue itu yang handle. Dia luar biasa deh pokoknya! Kita (gue dan dua teman gue) mengadakan meeting dulu beberapa hari sebelum keberangkatan. Selain untuk bahas itinerary juga untuk mengumpulkan barang-barang bawaan yang berupa cairan supaya bisa dikumpulkan di satu tas.

    Kesimpulan wisata ke Singapura yaitu seru. Itinerary dibuat sepadat mungkin jadi kita belum kembali ke hotel sebelum gelap dan tepar. Gue sebagai orang yang disorientasi arah merasa sangat beruntung sekali bepergian bersama dua temen gue ini yang pandai sekali membaca peta. Kita kesana kemarinya pakai MRT. Di dalam MRT atau di stasiun sana jarang ada petugas yang berseliweran jadi ngga bisa tanya sana sini kalau bingung atau nyasar. Satu-satunya penolong ya peta yang banyak terpampang di public area.

    Menurut gue Singapura itu kota sibuk sekaligus mandiri. Kebanyakan orang yang gue temui kayanya malah bukan penduduk aslinya. Tourists are everywhere. Selama ini cuma lihat Universal Studio dari foto-foto akhirnya beneran bisa nyampe kesana. Keren banget!

    Terus terang gue ngepost ini udah telat banget sih jadi gue ngga inget banget (baca: lupa) nama-nama tempat yang gue kunjungi selama disana hahaha blame it to something called age!
    Oh ya mengenai wisata belanja, gue pengen beli ini itu banyak sekali namun dengan sepenuh hati jiwa dan raga mengingatkan diri sendiri bahwa masih ada kehidupan setelah jalan-jalan ke Singapura ini, jadilah gue bisa mengerem (sedikit) napsu bela beli.

    Untuk makan, ngga jauh di tempat kita nginap itu ada warung makan yang menjual masakan melayu yang yah boleh dibilang cocok lah dengan lidah Indonesia Raya gue. Dua kali kita makan di KFC yang mana rasanya masih jauh lebih enak KFC Indonesia. Merdeka! Oh ya, di Singapura, para lansia masih bekerja lho. Yang gue lihat itu ada yang kerja di stasiun MRT dan KFC. Boleh dibilang mereka berjalan aja udah agak susah, tapi semangatnya masih ON banget. Lansia yang kerja di KFC itu tugasnya ngangkutin alat makan bekas customernya. Gue bahkan sampe ngga tega gitu ngeliatnya. Tapi terus gue mikir, emang lansia harusnya tetap ada aktivitas, selain tetap berpenghasilan (mandiri) juga karena secara teori pun kalau lansia diam saja di rumah malah bisa bikin stres dan akhirnya terjadilah beberapa penyakit terkait (fyi, dulu skripsi gue tentang ini hehehehe)

    Singapura bersih dan tertib. Gue sebagai pendatang, mau asal buang sampah atau nyebrang bukan di zebra cross aja rasanya sungkan. Keren ya. Indonesia bisa? Bisa! Kapan? Kapan-kapan! Pas pulang gue dengan semangat cerita semua pengalaman gue ke orang rumah. Nah salah gue bukan langsung ngeblog, jadinya kan sekarang yah gitu deh…

    1017058_10151688580314533_1731017892_n

    Inti gue ngeblog ini untuk mengenang kembali serunya jalan-jalan ke luar negeri. Dan besok adalah pemakaian paspor untuk kali kedua dengan tujuan Bangkok dengan partner perjalanan yang sama. Semoga perjalanannya ngga kalah seru. Uhuuuyyy! *Will post about it for sure ^^

    PS:
    Tons of thanks to MNB, to give me a permission. I know you love me, and you know i do too!

    Enthusiastically,

    Shenia


  5. Where words fail, music speaks

    September 6, 2013 by Shenia Ananda

    Now (guilty-ly) listening: Thinking of You

    Comparisons are easily done
    Once you’ve had a taste of perfection
    Like an apple hanging from a tree
    I picked the ripest one, I still got the seed

    You said move on, where do I go?
    I guess second best is all I will know

    ‘Cause when I’m with him I am thinking of you
    (Thinking of you, thinking of you)
    Thinking of you, what you would do
    If you were the one who was spending the night
    (Spending the night, spending the night)
    Oh, I wish that I was looking into your eyes-eyes

    You’re like an Indian Summer in the middle of winter
    Like a hard candy with a surprise center
    How do I get better once I’ve had the best?
    You said there’s tons of fish in the water, so the waters I will test

    He kissed my lips, I taste your mouth, oh!
    (Taste your mouth)
    He pulled me in, I was disgusted with myself

    ‘Cause when I’m with him I am thinking of you
    (Thinking of you, thinking of you)
    Thinking of you, what you would do
    If you were the one who was spending the night
    (Spending the night, spending the night)
    Oh, I wish that I was looking into

    You’re the best, and yes, I do regret
    How I could let myself let you go
    Now, now the lesson’s learned
    I touched it, I was burned
    Oh, I think you should know!

    ‘Cause when I’m with him I am thinking of you
    (Thinking of you, thinking of you)
    Thinking of you, what you would do
    If you were the one who was spending the night
    (Spending the night, spending the night)
    Oh, I wish that I was looking into your, your eyes
    Looking into your eyes, looking into your eyes

    Oh, won’t you walk through?
    And bust in the door and take me away?
    Oh, no more mistakes
    ‘Cause in your eyes I’d like to stay, stay

    —————————————————-

    Music expresses that which cannot be said
    and what is impossible to keep silent.


  6. Hey

    August 28, 2013 by Shenia Ananda

    I deserve much better.

    But that was my first.

    —- end —-


  7. Jual Tenun Ikat Jepara

    August 20, 2013 by Shenia Ananda

    Belum punya Tenun Ikat Jepara? Aduh, kasihan banget. Barang lucu begini kok ya sampe ndak punya tuh piye?

    IMG_7889

    FYI, cowok juga bisa banget bergaya dengan salah satu produk keren kebanggaan Indonesia ini. Coba lihat deh….

    IMG_7868

    IMG_7874

    Berikut Price list Tenun Ikat Jepara yang kami jual:

    1. Bahan/ Tenun Ikat Jepara saja: Rp. 60.000/ meter
    2. Tenun Ikat Jepara dijahit jadi celana/ rok panjang: Rp. 200.000
    3. Tenun Ikat Jepara dijahit jadi rok pendek: Rp. 180.000
    4. Tenun Ikat Jepara dijahit jadi bolero: Rp. 180.000
    5. Tenun Ikat Jepara dijahit jadi kemeja (cewek/ cowok): Rp. 200.000
    6. Tenun Ikat Jepara dijahit jadi dress pendek: Rp. 250.000
    7. Tenun Ikat Jepara dijahit jadi dress panjang: Rp. 280.000

    note: semua jahitan dibuat full furing. dan ADA POTONGAN 10% SEMUA ITEM UNTUK PEMBELIAN SAMPAI AKHIR AGUSTUS INI!!!!

    Oiya, udah tau belum kalo pake baju kembaran hati yang terbagi dua yang kemudian baru utuh kalo jejeran atau baju kembaran satu gembok satu kunci is soooooo udah ngga jaman. Buat outfit kembaran dengan bahan Tenun Ikat Jepara doooooonnggg. Berikut Pilihannya.

    IMG_7865

    IMG_7867

    IMG_7866

    IMG_7864

    IMG_7862

    IMG_7861

    IMG_7860

    IMG_7859

    IMG_7858

    IMG_7857

    IMG_7851

    IMG_7852

    IMG_7853

    IMG_7854

    IMG_7856

    Mau? Mau? Mau?
    Buruan hubungi aku by sms/whats app 0812 9841 2687 atau BBM 29CA912C. Bisa juga ke Line: rieskamasera atau Kakao talk: rieska masera (adikku). Sampai sini dulu, terima kasih sudah mampir, sering-sering ya. Kunjungi dan ikuti kami juga ya di @tenunikatshop (instagram)

    Salam hangat,
    Shenia gadis penjual tenun ikat jepara yang ngga suka maramara


  8. Foto Pre Wedding (4)

    August 15, 2013 by Shenia Ananda

    Terima kasih buat kamu yang masih setia mengikuti perjalanan cerita foto pre wedding shenizar. Saat ini kita sudah sampai pada akhir cerita (huft, akhirnya). Lokasi terakhir ini adalah tempat mobil bekas (kalo papaku bilangnya mobil rongsok >.<) yang berada di daerah TB. Simatupang. Ide tempat ini datang dari bang nizar baadilla (sama sekali ngga ada hubungannya dengan abang aktor idolaku yang itu). Cukup dengan menyelipkan uang seikhlasnya kepada bapak si pemilik tempat ini, kami dipersilahkan untuk foto sepuasnya dan sebebasnya.

    Aku mohon ijin pada bapak tersebut untuk mengganti pakaian di salah satu ruangan di rumahnya. Baru kemudian dimulailah perburuan sore itu. Saat itu cuaca masih lumayan panas, jadi yah gitu deh make up luntur ama panas. Yah lagi-lagi berkat kehandalan modelnya, dan juga didukung oleh keprofesionalan fotografernya, tetaplah menghasilkan foto-foto pre wedding yang luar biasa fenomenal dahsyat membahana. Yuk lihat aja sendiri, yuk.

    19-0

    21-0

    17-0

    KONICA MINOLTA DIGITAL CAMERA

    15-0

    14-0

    13-0

    8-0

    KONICA MINOLTA DIGITAL CAMERA

    KONICA MINOLTA DIGITAL CAMERA

    KONICA MINOLTA DIGITAL CAMERA

    KONICA MINOLTA DIGITAL CAMERA

    KONICA MINOLTA DIGITAL CAMERA

    1-0

    Ini adalah akhir perjalanan cerita foto pre weddingku. Terima kasih yang sudah mengikutinya dari foto pre wedding 1 sampai foto pre wedding 4. Nah sebagai senior, aku mau memberikan beberapa tips untuk para junior sekalian yang belum atau akan melakukan foto pre wedding, yaitu:
    1. Survey dan pastikan tempat untuk lokasi foto. Jangan sampe kejadian pas Hari H ternyata tempat ini ngga ngasih ijin untuk dipake.
    2. Tentukan baju yang akan dipakai dan bicarakan dengan pasangan. Karena diskusiin beginian aja cukup nyita waktu, kalau aku dan pacar berusaha banget untuk pake baju atau sepatu yang udah ada, jangan sampe beli lagi, walaupun pada akhirnya ada yang kudu beli baru juga sih.
    3. Kalau foto dilakukan di beberapa tempat, buat schedulenya.
    4. Pikirkan waktu makan. (kalau shenia tidak akan pernah lupa ini)
    5. Pilih vendor/fotografer yang sesuai dengan budget. Sebelum hari H bicarakan dulu mengenai keinginan konsep foto pre wedding kamu.
    6. Bagi yang ngga suka dandan sekalipun, make up di foto itu perlu, karena pengaruh banget ke hasilnya. Kalo ngga bisa dandan, ya cari orang yang bisa bantuin kamu. Berdasarkan pengalamanku, bulu mata palsu dan lipstik warna terang bisa bikin kamu lebih “nyala dan hidup” di foto.

    Pada kesempatan yang berbahagia ini aku juga tidak lupa ingin menghaturkan terima kasih pada orang-orang di balik keberhasilan foto-foto ini. Mereka adalah….

    team

    Yang pakai baju belang hitam putih serta mengalungkan sampai dua buah kamera di lehernya adalah sang fotografer. Namanya Cindi, selama foto beliau ini sabar sekali mengarahkan kami, yak geser, yak nengok kiri, yak lompat, yak tengkurep, yak nggelinding dan lain sebagainya (itu dua yg terakhir boong deng, biar lucu aja gitu tulisannya. terhibur ngga? ngga. oke deh.) Cindi ini sudah sering sekali melanglang buana dengan kameranya. Hasil jepretan sekaligus editannya tidak diragukan lagi, pemirsa. Sebagai informasi tambahan, gadis cantik lentik ciamik yang masih single available pacarinable nikahinable ini juga sudah beberapa kali menerima permintaan foto pre wedding dari teman-temannya. Untuk kenal lebih jauh dengannya bisa follow twitter/ instagramnya @cindisagita dan kalau mau lihat hasil karyanya bisa melipir ke sini. Jadi gimana, kamu butuh fotografer buat foto pre wedding? atau mungkin buat ulang tahun atau bahkan sunatan? Tepat sekali, langsung aja kontak beliau ini, dijamin ngga mengecewakan. Untuk masalah harga sangat bersahabat sekali (bocoran: bisa dinego loh ihihih). Kalau mau langsung tanya kontaknya sama aku juga boleh – dengan senang hati.

    Nah sedangkan yang pakai baju pink itu adalah penata riasku. Lha wong aku ini lho sampai ndak ngenali mukaku sendiri. Kok ya jadi cakep begini. Entah akunya yang dari sononya emang udah cakep, atau alat make up nya yang cakep atau emang penata riasnya yang memiliki keahlian bikin orang jadi cakep. Karena tak kenal maka tak sayang, makanya kenal aja dia lebih dulu di @rieskamasera (twitter & instagram) mungkin akan cocok juga jadi penata rias untuk foto pre wedding kamu, hehehehe.

    Aku kini benar-benar sudah tiba di akhir cerita. Terima kasih lagi sudah membaca. Semoga apa yang dibaca bisa berguna. Atau setidaknya bisa jadi sedikit pelipur lara.

    Ethusiastically,
    Shenia


  9. Foto Pre Wedding (3)

    August 15, 2013 by Shenia Ananda

    Tadaaaaa…ini lokasi favorit aku, karena disini sekalian makan siang (model foto pre wed juga manusia, tempatnya salah dan lapar). Pemotretan kali ini dilakukan di resto yang namanya Siam (kalo ngga salah, maap lupa) di BEJ. Ini semua berkat bantuan seorang teman. Resto ini nuansanya putih gitu, pokoknya dari pertama survey tempat ini, aku langsung jatuh hati. Persis waktu pertama kali Nizar ketemu aku. Cikiciw!

    Begitu sampai sana, aku dan pacar segera salin baju dan aku sedikit re-touch make up juga dibantu oleh ibu penata rias yang kuajak serta (baca: adikku). Lalu dimulailah foto-foto itu, yang kalau ngga salah menghabiskan waktu sampai satu jam. Setiap centi ruangan itu sepertinya hampir semua kami abadikan, karena akan sayang sekali kalau sampai ada yang terlewatkan. Oh iya kami juga mengikutsertakan boneka besar (minjem punya adek) yang sudah ku bawa dari rumah dan gitar milik pacar dalam foto-foto kami. Setelah puas berlenggak lenggok depan kamera, kami langsung menyantap dengan lahap makan siang disitu juga dan kemudian sholat.

    Jadi inilah foto pre wedding kami di tempat ketiga.

    64-0

    53-0

    66-0

    68-0

    67-0

    65-0

    55-0

    56-0

    57-0

    59

    61-0

    63-0

    69-0

    70

    Sekitar jam 3 kami segera melanjutkan perjalanan ke lokasi terakhir. Penasaran? Tunggu posting berikutnya yaaaah…

    Enthusiastically,
    Shenia


  10. Foto Pre Wedding (2)

    August 14, 2013 by Shenia Ananda

    Ini dia foto pre wedding sesi ke 2. Lokasinya di Perpusnas (samping Balai Kota – Seberang Monas). Sekedar informasi, Perpusnas ini hari Minggu juga tetap buka yaitu dari jam 09.00-15.00 (kalo ngga salah). Jadi begitu sampai sana, Aku dan Pacar segera berganti pakaian dan sedikit dandan di toilet yang berada di luar perpustakaan. Setelah selesai, kami berempat (aku, pacar, adek, dan fotografer) dengan semangat membara menuju ke dalam perpusnas. Sedangkan papa lebih milih untuk nunggu di mobil. Aku awalnya agak ragu juga bisa diijinkan foto-foto di perpus tersebut, namun Tuhan berkehendak lain, Bapak-Ibu penjaga perpus hanya melengos saja melihat kami (terutama aku – yang full make up) memasuki ruangan perpusnas. Untungnya fotograferku ngga menggunakan kamera yang segede alaihim gambreng, jadi ngga sampe ditanya-tanya apalagi disita.

    Menggunakan perpustakaan sebagai lokasi foto pre wedding adalah ideku, udah cita-cita dari jaman dahulu kala karena ya emang suka baca ajah. Alasan lainnya adalah untuk mengenang masa-masa sunyi sepi sendiri dulu yang sering kuhabiskan dengan berlama-lama di perpus sepanjang hari menenggelamkan diri di antara deretan buku-buku, yah daripada menenggelamkan diri di sumur ya kan. Oke, kembali ke laptop. Saat itu Perpusnas nggak terlalu ramai dan memang perpus tersebut besar – ruangannya banyak. Jadi kami cukup leluasa untuk berfoto ria. Namun, karena takut mengganggu ketenangan pengunjung perpus lainnya (baca: takut ditimpuk pulpen – kayak adegan Cinta dan Rangga di AADC dan juga takut dimarahi oleh pengurus perpus) maka sesi foto-foto disini dilakukan dengan mengendap-endap. Sang fotografer dalam memberikan arahan gaya dengan menggunakan bahasa isyarat gitu deh. Untung kami berdua adalah model-model handal yang pandai bergaya di depan kamera. Ngga percaya? Intip hasilnya berikut ini.

    KONICA MINOLTA DIGITAL CAMERA

    KONICA MINOLTA DIGITAL CAMERA

    KONICA MINOLTA DIGITAL CAMERA

    27-0

    29-0

    30-0

    KONICA MINOLTA DIGITAL CAMERA

    32-0

    33

    34

    35-0

    36-0

    37-0

    38-0

    39

    40-0

    Jadi, bagus atau ngga-nya sebuah hasil foto adalah jelas tergantung siapa modelnya baru kemudian fotografernya. (maap mbak fotografer, berhubung ini blog saya, jadi saya jualan diri sendiri dulu baru jasa anda. oke). Oh iya foto-foto diatas itu ada beberapa yang diambil di luar perpus. Disana kami tidak lama, karena harus segera menuju lokasi pemotretan ketiga. Duh, padat sekali kegiatan kami hari itu (arteeeyss abeeeyss). Nantikan kelanjutan cerita kami pada posting berikutnya yah. Muah!

    Enthusiastically,
    Shenia